Misteri “Anaconda”di dataran tinggi Dieng

Mendung semakin tebal,terasa berat, lalu menghampar di lembah gunung Pangonan. Sebuah gunung yg merangkul dua telaga; telaga Merdada dan telaga Asat(telaga yg mengalami krisis air/sumber mata airnya mengecil). Dari puncak gunung pangonan akan tampak menggiurkan panorama telaga merdada dgn sudut pandang menghadap kiblat. Pemandangan yang juga penuh kesunyian,meninggalkan puing2 bangunan Perkebunan Inti Rakyat yang kala naik daun bebannya dipikul PT.Dieng Djaya, perusahaan yg mengolah organik kompos dari hasil utama jamur yg terkenal ‘jamur Dieng’. Disebelah timur, secara geografis berada di kaki gunung pangonan bertengger sebuah telaga yg jarang dikunjungi wisatawan asing maupun dalam negeri. Telaga yg memiliki sejarah monumental.Keberadaannya masih berdekatan kurun historisnya dg lahirnya telaga merdada yg konon dibangun oleh dua bersaudara yaitu syaikh Mangkuyuda dan Natayuda yg sekarang maqamnya ada di desa karang tengah,3km dari Dieng.KeberadaanMaqam ini memiliki riwayat unik,yg menyiratkan catatan kebudayaan hindu yg lahir di dataran tinggi Dieng. Namun sekarang seiring masuknya islam di sana maqam ini selalu dijadikan sarana ziarah yg dibumbui tahlil,dan bacaan ayat2 suci Alqur’an,dan dikelola masyarakat setempat. Menyusuri keberadaan Misteri Anaconda di kawasan telaga Asat,informasinya kami peroleh dari obrolan saat santai bersama pencari kayu bakar,yg mencari kayu dan dahan di sekitar gunung pangonan. Di telaga Asat tsb. ditemukan ular besar,para pencari kayu bakar mengira binatang berbisa tsb adalah kayu yg sudah lapuk. Hal ini sangat jarang terjadi karena habitat ular tidak berada di daerah dingin apalagi bisa mencapai suhu 0┬Ąc. Terkuaknya berita ini secara konkrit bukan mistik bahkan rasional dan justru jauh lebih tinggi dibandingkan dg definisi “karya fiksi ilmiah” sekalipun. Namun dari penulis belum berani membuktikan keberadaanya apakah sosok ular tsb masih ada atau sudah punah yg jelas kami berusaha menyusuri kawasan telaga tsb. Persis kami temukan ada pohon tua yg tumbuh tidak begitu rindang disekeliling hamparan rumput yg begitu rimbun dan terkesan “angker” dan kami tdk berani mendekati karena pada saat itu kami hanya seorang diri itupun tidak ada orang lain di sekitar kawasan telaga Asat tsb. Benar tidaknya, sumber berita ini kami peroleh dari beberapa orang yg sekarang usianya sudah 60an .Dan Kawasan tsb nyaris dikatakan padang savana yg virgin.Anda penasaran,silahkan hubungi di; mimivo@ovi.com atau no hp:085729224258

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: