Setiap orang menghendaki keberhasilan dalam hidup ini. Meskipun jalan yg ditempuh tidak sesuai dg norma2 yg berlaku. Aneh! memang,ketika seseorang ingin terpandang di mata orang lain sementara dirinya hanya mementingkan individualnya. Ia ingin dihormati namun tak mau menghormati orang lain, mungkin agak ‘ningrat’ tapi kebablasan. Itulah bahasa yg luwes yg dapat diandalkan. Persaingan semakin semwrawut meski kadang meminjam tameng ‘fastabiqulkhoiroot’. Roda ekonomi kian melaju, namun rizqi sudah diatur yg Maha Adil. Pun begitu kesadaran terasa kian sempit ketika seseorang hanya melihat dg matanya, karena hatinya buta, sehingga otaknya hanya terfikir kedudukan. Yah! Kedudukan agar bisa dilihat sebagai sosok “publik figur” walau secara pengetahuan belum mumpuni. Kita bisa lihat banyak terlahir ke dunia entertainmen alias dunia jagad hiburan. Banyak orang mengekspos raga, demi keberhasilan yg ingin dicapai meskipun terkadang melanggar norma susila,itulah sasaran yg ingin dicapai sangat hina dan rentan akan kejahatan ‘nafsu’. Barangkali tak ada bedanya siapapun yg ingin mencapai tingkatan ketenaran yg tidak sewajarnya akan segera sirna segala dicita citakan. Dan termasuk satu kerugian ketika ambisi seseorang menjadikan sebab sahabat/teman karib menjauhinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: